PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENERIMA PATEN PADA PERJANJIAN LISENSI PATEN DALAM RANGKA ALIH TEKNOLOGI DI INDONESIA

(Perjanjian Lisensi Paten antara Blackberry Limited dengan PT XL Axiata Tbk)

Authors

  • Mifta Hatul Jannah
  • Sudjana Sudjana

Keywords:

Perlindungan Hukum, Lisensi Paten, Alih Teknologi

Abstract

Klausula Perjanjian lisensi paten ditentukan secara sepihak oleh pemberi teknologi sehingga berpotensi merugikan penerima teknologi, karena itu  permasalahannya adalah apakah perjanjian tersebut  sesuai dengan  Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten dan asas hukum perjanjian  sehingga dapat mendukung alih teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan: yuridis normatif, spesifikasi penelitian: desktiptif analisis, teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dan analisis data: normatif kualitatif. Hasil kajian menunjukan bahwa Perjanjian lisensi paten dalam rangka alih teknologi antara Blackberry Ltd (pemberi lisensi) dengan PT XL Axiata Tbk (penerima lisensi) telah sesuai  dengan ketentuan  Pasal 78 Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten  dan asas kebebasan berkontrak meskipun klausulanya ditentukan secara sepihak oleh pemberi lisensi. Selanjutnya, Perjanjian lisensi paten dapat mendukung alih teknologi di Indonesia berdasarkan pasal 74 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, tetapi masih ada kendala yuridis karena UU Paten tidak menyatakan bagaimana teknologi tersebut dialihkan, sehingga belum ada kejelasan tentang alih teknologi melalui cara perjanjian lisensi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2019-02-11

How to Cite

Jannah, M. H., & Sudjana, S. (2019). PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENERIMA PATEN PADA PERJANJIAN LISENSI PATEN DALAM RANGKA ALIH TEKNOLOGI DI INDONESIA: (Perjanjian Lisensi Paten antara Blackberry Limited dengan PT XL Axiata Tbk). AL AMWAL (HUKUM EKONOMI SYARIAH), 1(2), 13-30. Retrieved from http://ojs.staibhaktipersada-bandung.ac.id/index.php/Alamwal/article/view/14